Peptida merupakan
molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino
masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul
disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan
dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap
makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat
berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
Suatu peptida ialah
suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antra
suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino
lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut yang dibentuk dari alanina
dan glisina, disebut alanilglisina, menggambarkan suatu ikatan peptida.
Tiap asam amino dalam
suatu molekul peptida disebut suatu satuan (unit) atau suatu residu.
Alanilglisina mempunyai dua residu : residu alinina dan residu glisina.
Bergantung pada banyaknya satuan asam amino dalam molekul itu, maka suatu
peptida dirujuk sebagai dipeptida, suatu tripeptida, dan seterusnya.
Suatu polipeptida ialah
suatu peptida dengan banyak sekali residu asam amino. Apa perbedaan suatu
polipeptida dan suatu protein? Sebenarnya tidak ada. Keduanya adalah poliamida
yang tersusun dari asam-asam amino. Menurut perjanjian, suatu poliamida dengan
residu asam amino kurang dari 50 dikelompokan sebagai peptida, sedangkan
poliamida yang lebih besar dianggap sebagai protein.
Dalam dipeptida
alanilglisina itu, residu alanina memiliki gugus amino bebas dan satuan glisina
mempunyai suatu gugus karboksil bebas. Namun alanina dan glisina dapat
digabungkan dengan cara lain untuk membentuk glisilalanina.Dalam mana glisina
mempunyai gugus amino bebas dan alinina mempunyai gugus karboksil bebas.
Dua peptide yang
berlainan dari alinina dan glisinia : Makin banyak residu asam amino dalam
suatu peptida, makin banyak kemungkinan strukturnya. Glisina dan alanina dapat
digabung menurut enam cara yang berbeda. Sepuluh asam amino berlainan dapat
menghasilkan lebih dari empat trilyun (1012) dekapeptida.
Untuk tujuan pembahasan
diperlukan untuk menyatakan peptoda dengan cara yang sistematik. Asam amino
dengan gugus amino bebas biasanya ditaruh pada ujung kiri struktur itu. Asam
amino ini disebut asam amino N-ujung. Asam amino dengan gugus karboksil bebas
ditaruh di ujung kanan disebut asam amino C-ujung. Nama peptida terdiri dari
nama asam amino seperti pemunculannya dari kiri kekanan, dimulai dari
asam-amino N-ujung.
Ikatan Peptida
merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom kaarbon pada gugus karboksill suatu
molekul berbagi elektron dengan atom nitrogen pada gugus amina molekul lainnya.
Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kondensasi, hal ini ditandai dengan
lepasnya molekul air ketika reaksi berlangsung.
Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH, dan menghasilkan molekul
yang disebut amida. Ikatan peptida ini dapat menyerap panjang gelombang 190-230
nm.
Cara
Memutus Ikatan Peptida
Ikatan peptida dapat
dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari
protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat
air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun,
proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan
enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk
mempercepat reaksi.
Dua molekul asam amino dapat saling berikatan
membentuk ikatan kovalen melalui suatu ikatan amida yang disebut dengan ikatan
peptida. Ikatan kovalen ini terjadi antara gugus karboksilat dari satu asam
amino dengan gugus α amino dari molekul asam amino lainnya dengan melepas
molekul air.
References:
Ralp J. Fessenden and Joan S.
Fessenden. 1986. Organic Chemistry, Third
Edition. University Of Montana: Wadsworth, Inc, Belmont, Califfornia.
Pertanyaan:
1.
Apa
perbedaan struktur Asam amino dengan Protein?
2.
Bagaimana
klasifikasi dari Asam amino dan Protein?
3.
Bagaimana
sintesis Peptida?


Hay Dila saya coba jawab nomor 1 Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusBy Dilla. Kmi mencoba menjawab pertanyaan no 3, sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
BalasHapusHallo Dila.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
Terimakasih.
Hai dilla artikelnya sangat membantu dan bermanfaat
BalasHapusPertayaan no 3 Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain
BalasHapussaya akan menjawab soal.nomor 1 Peptida merupakan molekul yang terbentukk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor... dimana pada setiap ikan peptida terdpaat asam amino.. tetapi tiap asam amino belum tentu ada ikatan peptida
BalasHapusHai ervidian saya bantu jawab no 3
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
Sya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusSintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
Haii dilaaa. Artikelnya sangat mudah dipahami dan dapat membantu saya dlam mengerjakan tugas
BalasHapusHay dila pemaparan artikelnya Udah bagus,mungkin akan lebih bagus jika ditambahkan dengan materi yg referensi ny dari jurnal terupdate
BalasHapus3. Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
BalasHapusTerimakasih.
Sya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusSintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
hay dilla, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 3
BalasHapusReaksi pembentukan ikatan peptida antar asam amino dalam protein yang terjadi merupakan reaksi kondensasi, yang ditandai dengan lepasnya molekul air ketika reaksi berlangsung. Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH, dan menghasilkan molekul yang disebut amida. Semua protein terbuat dari rantai asam amino ikatan yang bersama-sama dalam cara yang sangat spesifik. Sebagian besar asam amino memiliki gugus karboksil tunggal (-COOH) di satu sisi dan gugus amino (NH2-) di sisi lain. Asam amino yang berdekatan dapat membentuk ikatan peptida ketika satu kelompok asam karboksil yang bergabung dengan gugus amino yang lain.
Ketika ikatan peptida terbentuk antara asam amino, molekul air hilang.
haii, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3, dimana Sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain.
BalasHapusnomor 1 Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusHai Dila. Saya akan menjawab No 3 sintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.
BalasHapusBaiklah saya akan coba jawab nomor 1 Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusHai dilla saga bantu menjawab ya.
BalasHapusSintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme. Namun, untuk mensintesis peptida, tidak semudah mencampurkan asam amino begitu saja. Seperti contohnya: mencampurkan glutamine (E) dan serine (S) dapat menghasilkan E-S, S-E, S-S, E-E, dan bahkan polipeptida seperti E-S-S-E-E. Untuk menghindari asam amino berikatan tidak terkendali, perlu dilakukan perlindungan dan kontrol terhadap ikatan peptida yang akan terjadis sehingga ikatan yang terbentuk sesuai dengan yang diinginkan. Langkah-langkah sintesis peptida adalah sebagai berikut: asam amino ditambahkan gugus proteksi. Kemudian asam amino yang diproteksi dilarutkan dalam pelarut seperti dimetyhlformamide (DMF) yand digabungkan dengan coupling reagents dipompa melalui kolom sintesis. Grup proteksi dihilangkan dari asam amino melalui reaksi deproteksi. Kemudian pereaksi deproteksi dihilangkan agar tercipta suasana penggabungan yang bersih. Coupling reagents, contohnya N,N'-dicyclohexylcarbodiimide (DCCI), membantu pembentukan ikatan peptida. Setelah reaksi coupling terbentuk, coupling reagents dicuci untuk menciptakan suasana deproteksi yang bersih. Proses proteksi, deproteksi, dan coupling ini terus dilakukan berulang-ulang hingga tercipta peptida yang diinginkan
Hai Ervidian. Artikel yang sangat bermanfaat. terimakasih :)
BalasHapusHai dila artikelnya sangat menarik
BalasHapusHaii dila, pemaparan materi yg sangat mudah untuk di pahamin.. dan membantu say dalam menjawab tgs..
BalasHapusHallo dilla, menurut saya pertanyaan nomor 3.
BalasHapusSintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme.